Jaringan Sosial

ETNISITAS DAN JARINGAN SOSIAL: KEDWIBAHASAAN: INTERFERENSI, ALIH KODE, CAMPUR KODE

  1. PEMBAHASAN

Interferensi

Interferensi menurut ___ adalah pungutan bahasa, yaitu bertemunya dua bahasa atau lebih (karena digunakan oleh penutur  dari komunitas bahasa yang sama) lalu komponen-komponen tertentu dapat ditransfer dari bahasa sumber ke bahasa penerima. Interferensi terjadi pada tingkat fonologi maupun leksikon. Gejala interferensi dapat dilihat dalam tiga dimensi kejadian.

  1. Dimensi berbahasa dari individu-individu di tengah masyarakat

Interferensi ini terdapat pada praktik campur kode yang dilakukan oleh seorang penutur. Interferensi ini murni buatan penutur sendiri. Contoh: ..hampir dapat dipastikan akan ada resuffle kabinet..

  1. Dimensi sistem bahasa dari bahasa-bahasa yang berbaur

Suatu peresmian terhadap interferensi sistemik. Contoh: dengan menstrukturkan akhiran /ure/ menjadi /ur/.

Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
Procedure

Structure

Manufacture Prosedur

Struktur

Manufaktur

Hal 159

Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya dalam Komunikasi antar Budaya. Yogyakarta: LkiS Yogyakarta

  1. Dimensi pembelajaran bahasa

Alih kode Campur kode

Berbicara masalah alih kode dan campur kode ada sumber yang membedakan keduanya (bukunya Sridar), ada juga yang menganggapnya sama (maksudnya saat seseorang beralih kode, berarti dia juga bercampur kode). Holmes menggunakan kata or à Code switching or Code mixing. Menurut Sridar, alih kode adalah penggunaan dua bahasa dalam satu situasi bahasa. Sedangkan campur kode adalah penggunaan dua bahasa dalam satu kalimat.

Faktor yang memengaruhi munculnya alih kode: participant/peserta, solidaritas, dan status.

Macam-macam alih kode

Solidaritas

[The Maori is in italics. THE TRANSLATION IS IN SMALL CAPITALS]

Sarah  : I think everyone’s here except Mere.

John    : She said she might be a bit late but actually I think that’s her arriving now.

Sarah  : You’re right. Kia ora Mere. Haere mai. Kei te pehea koe?

[HI MERE, COME IN. HOW ARE YOU?]

Mere    : Kia ora e hoa. Kei te pai. Have you started yet?

[HELLO MY FRIEND. I’M FINE

Penghargaan

Pada contoh dialog di atas Mere adalah orang Maori. Sarah menyapanya dalam bahasa Maori walaupun rapat mereka akan berlangsung dalam Bahasa Inggris. Sapaan dalam bahasa Maori tersebut adalah ekspresi solidaritas. Jadi, alih kode berhubungan dengan siapa peserta/partisipannya. Contoh lainnya adalah sebagai berikut.

Keluarga Polish tinggal di Lancashire. Mereka menggunakan bahasa Polish di rumah. Ketika pemuka agama setempat yang berbahasa inggris datang, mereka beralih ke bahasa inggris.

Sinyal keanggotaan/kesamaan etnis

Seseorang beralih kode jg sebagai sinyal keanggotaan suatu kelompok tertentu atau memiliki kesamaan etnis dengan lawan bicara.

Contoh:

(a)   Tamati            : Eugari [SO] now we turn to more important matters.

(Switch between Maori and English)

(b)   Ming   : Confiscated by Customs, dà gài [PROBABLY]

(Switch between English and Cantonese Chinese)

(c)    A: Well  I’m glad I meet you. OK?

M: àndale pues [OK SWELL], and do came again. Mm?

(Switch between Spanish and English)

Pada dialog (a) Tamati menggunakan tag Maori pada awal ucapannya, di sisi  lain pembicara Cantonese di (b) menggunakan tag akhir. Peralihan semacam ini biasanya disebut peralihan emblematic atau peralaihan tag. Bentuknya hanya sebuah kata seru, tag, atau kalimat dalam bahasa lain sebagai penanda identitas etnik. Perubahan pada (c) terjadi antara dua Amerika Meksiko di US. Dengan menggunakan tag Spanyol, M memberi tanda pada A bahwa dia mengenali kesesuaian latar belakang etnik mereka pada hubungan mereka.

Alih peran

Contoh

[BOKMAL IS IN SMALL CAPITALS. Ranamal in lower case]

Jan       : Hello Petter. How is your wife now?

Petter  : Oh she’s much better thank you, Jan. She’s out of hospital and convalescing well.

Jan       : That’s good. I’m pleased to hear it. DO YOU THINK YOU COULD HELP ME WITH THIS PESKY FORM? I AM HAVING A GREAT DEAL OF DIFFICULY WITH IT.

Petter  : OF COURSE. GIVE IT HERE …

Dialog di atas menunjukkan peralihan peran mereka sebagai tetangga ke peran mereka sebagai birokrat dan anggota umum. Dengan kata lain mereka beralih dari interaksi personal ke transaksi yang lebih formal.

Topik

Orang-orang berdwibahasa biasanya merasa lebih mudah membicarakan suatu topik dengan bahasa tertentu. Seperti contoh di atas. Jan dan Petter adalah orang dwibahasa (Bokmal dan Ranamal), namun ketika mereka berbicara mengenai bisnis, mereka lebih memilih memakai Ranamal. Hal ini karena bisnis lebih cocok dan mudah dibahas memakai bahasa tersebut. Atau bisa juga karena mereka terlanjur mempelajari istilah-istilah topik tersebut dalam bahasa tertentu.

Mengutip

Alasan lainnya seseorang beralih kode adalah ketika mengutip. Misalkan mengutip pribahasa.

Contoh: pidato kepala komite sekolah

… Bapak-bapak, Ibu-ibu dengan pertimbangan tadi maka sekolah kita perlu membangun laboratorium komputer untuk menunjang pembelajaran anak-anak kita. Yah, jer basuki mowo bea lah..

Fungsi afektif

Contoh:

Orang jawa yang sedang berbahasa Indonesia, ketika marah dia akan beralih ke Bahasa Jawa. Karena dengan bahasa tersebut dia lebih bisa meluapkan kemarahannya.

Peralihan metaporik

Contoh:

Pada sebuah rapat desa antara orang Buang di Papua New Guinea Mr. Rupa, wirausahawan utama dan seorang yang menonjol, sedang mencoba meyakinkan orang-orang yang menjajakan uangnya di warung desa. Inilah kemahiran bicaranya

[Tok Pisin is in italics. Buang is not italicised]

Ikamp trovel o wonem, me ken stretim olgeta toktok. Orait. Pasin ke ken be meni ti ken nyep la, su lok lam memba re, olo ba miting autim olgeta tokmoni ti ken nyep ega, rek mu su rek ngoko nam be, one moni rek, … moni ti ken bak stua lam vu Mambump re, m nzom agon. Orait, bihain, bihainim bilong wok long bisnis, orait, moni bilong stua bai ibekim olgeta ples.

 

Maksud dari perkataannya adalah meyakinkan orang-orang Buang untuk menginvest uang mereka ke bisnisnya dengan mengatakan bahwa bisnis ini juga akan menguntungkan mereka.

Tujuan Mr. Rupa memakai bahasa Tok Pisin adalah untuk menekankan  bahwa dia memiliki pengetahuan wirausaha, dia ahli dalam bidang bisnis. Karena Bahasa Tok Pisin merepresentasikan jarak sosial, status dan informasi referensial mengenai dunia bisnis. Sedangkan tujuan peralihan ke bahasa Buang adalah untuk menekankan bahwa Mr. Rupa merupakan anggota dari komunitas Buang, dan dia berpengaruh. Peralaihan semacam ini disebut peralihan metaporik.

Lexical Borrowing (Peminjaman Kata)

Ini adalah peralaihan bahasa dengan alasan karena tidak ada kosakata yang tersedia dalam bahasa yang digunakan. Contoh (dalam bahasa indonesia): chatting, LCD.

PEMBATAS LINGUISTIK

Ada aturan umum pada alih kode yang teraplikasi/terpola pada semua tindakan pengalihan kode. Ada batasan ketika seseorang beralih kode. Yang pertama, alih kode hanya terjadi dalam kalimat yang tatabahasanya cocok. Ini disebut ‘equivalence constraint’ (batasan yang sama). Jadi peralihan hanya boleh dilakukan antara jenis kata yang susunannya sama antara kedua kode/bahasa yang digunakan. Contoh:

Inggris: big house à French: big maison atau grande house

Yang kedua, selalu ada ‘matrix language frame’ yaitu keterbatasan pada sistem morfem (inflectional morfem). Contoh: [content word is in capitals]

Swahili: Lep si-ku-COME na-BOOK z-angu.

English: Today, I did not come with my books.

  1. SIMPULAN
    1. Peralihan didorong oleh identitas dan hubungan antara peserta sering menunjukkan perpindahan pada solidaritas/jarak dimensi sosial. Peralihan juga merefleksikan pergantian dimensi lain, seperti hubungan status antara orang atau keformalan interaksi mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s